Jangan Mengeluh......

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

Dari cicakpun kita bisa belajar

“Bahkan dari seeokor cicak pun kita bisa belajar banyak Nak Mas......” Kata Ki Bijak, menjawab pertanyaan Maula mengenai berbagai hal yang dapat dijadikan pelajaran bagi kehidupan manusia.
“Apa yang bisa kita pelajari dari cicak ki......?” Tanya Maula.
“Nak Mas hafal lagu anak-anak ‘cicak-cicak didinding’... ....?” Tanya Ki Bijak.
“Iya ki, lagu anak yang sangat populer, karena selain baitnya pendek, cicak juga dengan mudah ditemukan hampir disetiap tempat...... ..” Kata Maula.
“Terfikir tidak oleh Nak Mas, kalau cicak yang ‘hanya bisa merayap’ didinding, tapi makanannya utamanya justru nyamuk yang bisa terbang..... .......?” Kata Ki Bijak.
Maula tampak merenung sejenak demi mendengar pitutur gurunya, “Iya ya ki, kenapa cicak yang hanya bisa merayap justru makanannya nyamuk yang bisa terbang..... ......... ...?!” Kata Maula terheran-heran.
Ki Bijak tersenyum, “Secara logika, akan sangat sulit bagi cicak yang hanya bisa merayap, tapi makananya nyamuk yang bisa terbang, tapi hingga saat ini, Aki belum pernah mendengar ada cicak mati kelaparan karena susah cari makan, karena nyamuknya bisa terbang..... ........” Kata Ki Bijak.
“Hee...hee, iya ki, ana juga belum pernah membaca atau mendengar kalau ada cicak mati kelaparan karena susah cari makan....... ...” Maula tersenyum mendengar kata-kata Ki Bijak yang setengah berkelakar.
“Lalu, pernah tidak Nak Mas mendengar berita ada cicak ‘mengeluh’, karena susah menangkap nyamuk...... ........?” Tanya Ki Bijak.
“Belum ki.......... .......” Kata Maula.
“Di sinilah yang Aki maksud dengan pelajaran yang bisa kita ambil dari cicak, sesulit apapun cicak menangkap nyamuk, cicak tidak pernah mengeluh kepada Allah atau ‘protes’ kepada allah kenapa cicak disuruh makan nyamuk yang terbang..... ..., sementara kita, manusia, yang sudah dijamin Allah dengan berbagai kemudahan, lebih banyak mengeluhnya dari pada bersyukur... .......” kata Ki Bijak sambil mengutip sebuah ayat al qur’an;
20. Dan kami Telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezki kepadanya. (Al Hijr)
“Kita lebih sering mendengar orang yang mengeluh kekurangan, dari pada mendengar mereka yang mengucap syukur atas apa yang diterimanya. ...., mengeluh kehujanan, mengeluh kepanasan, mengeluh kecapekan, mengeluhkan jadwal pekerjaan, mengeluhkan macetnya perjalanan, mengeluhkan teman yang ‘karep sorangan’, mengeluhkan atasan yang cerewetnya bukan kepalang, mengluhkan berbagai hal yang mereka anggap tidak sesuai dengan keinginannya. ......... ..” Kata Ki Bijak lagi.
“Iya ya ki.......... .., apa yang kurang dari kita ya ki, keperluan-keperluan hidup kita telah dipenuhi oleh Allah, buah-buahan, tanaman pangan, hewan ternak, dilaut, Allah menyediakan ikan yang tak terhitung banyaknya, diudara ada burung-burung yang halal lagi lezat rasanya, belum lagi hasil hutan, hasil pertanian, tambak, sawah dan ladang, apa lagi ya ki.......... ....” Kata Maula, mulai menyadari betapa Allah telah menghamparkan sedemikian banyak nikmat dan kemudahan bagi umat manusia, yang tidak diberikan kepada mahluk-mahluk Allah yang lain.
“Yang kurang dari kita, umat manusia ini adalah rasa syukur Nak Mas, nikmat dan karunia Allah yang tidak terhingga itu, menjadi tidak terlihat dimata mereka yang tidak pandai mensyukurinya. ........, kurang atau hilangnya rasa syukur inilah yang kemudian menjadikan manusia lebih banyak mengeluh ditengah limpahan nikmat dan karunia yang tidak terhingga, sementara mahluk Allah yang lain, cicak, ikan, dan burung-burung, mereka mungkin memiliki keimanan dan rasa syukur yang jauh diatas manusia, sehingga apapun yang Allah karuniakan kepada mereka, mereka tidak pernah mengeluh menjalani takdirnya... .......” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, ana jadi kepikiran, ikan hiu yang sebegitu besar, mungkin memerlukan makanan yang sangat banyak, mungkin puluhan atau bahkan ratusan kilo, tapi ikan hiu tetap bisa memenuhi kebutuhan makannya, meski ikan hiu tidak memiliki saham di perusahaan bursa, ikan hiu juga tidak memiliki perusahaan pencetak uang, ikan hiu juga tidak memiliki pekerjaan tetap...., apalagi jabatan ya ki.......... ..” Kata Maula.
“Sementara kita, manusia, yang hanya membutuhkan sepiring atau dua piring nasi, justru jauh lebih sibuk dan lebih pusing dari ikan hiu, meski banyak diantara kita yang memiliki saham, ada yang memiliki dua atau tiga perusahaan, tabungan diberbagai bank, deposito serta berbagai usaha lainnya, tapi ditengah berbagai kecukupan itu, masih saja banyak diantara kita yang mengeluh dan meratapi nasibnya, karena memang tidak ada kata cukup atau puas bagi mereka yang kufur....... ......... .....” Kata Ki Bijak
“Cicak-cicak didinding...”
“Diam-diam merayap...“
“Datang seekor nyamuk..”,
“Haaap, lalu ditangkap... .”
Maula menirukan lagu anak-anak yang populer itu, sebelumnya ia tidak pernah memikirkan bahwa cicak yang hampir setiap hari dilihatnya, ternyata memberinya sebuah pelajaran yang sangat berharga, bahwa syukur dan mensyukuri nikmat Allah adalah sebuah ‘kunci rahasia’ bagi siapapun yang ingin hidupnya bahagia.
“Benar ki, rasa tidak puas, rasa kurang, keinginan terhadap dunia yang berlebihan, telah menjadikan banyak manusia terjebak untuk memperbudak dirinya, mereka rela menjadi budak nafsu duniawinya yang tanpa batas, ya ki.......... ......”Kata Maula sambil menerawang.
“Nak Mas harus berhati-hati ketika rasa kurang, rasa tidak puas itu muncul, jangan biarkan perasaan seperti itu menggerogoti rasa syukur kita kepada Allah, karena sifat kufur hanya akan membuat kita menderita, sifat kufur hanya akan menyeret kita kedalam jurang kehancuran yang terdalam.... ........” Kata Ki Bijak.
“Iya ki, memang tidak bisa dipungkiri, keinginan dan rasa itu masih sering ‘menggoda’ ana, berterima kasih pada Aki yang selalu mengingatkan ana akan bahaya kufur ini ki, terima kasih ya ki.......... .” Kata Maula.
“Bukan Aki yang mengingatkan Nak Mas, Allah, Nak Mas, Allah yang telah membawa Nak Mas kesini, Allah yang telah menjadikan Nak Mas mau mendengar peringatan-Nya melalui apa yang Aki katakan, Aki tidak memiliki apapun untuk membantu dan mengingatkan Nak Mas, kecuali dengan izin dan kuasa Allah, apa yang Nak Mas anggap baik dari perkataan Aki, itu semata datangnya dari Allah, sementara khilaf dan salah, semua bersumber dari kedhaifan Aki sendiri..... ......... ..” kata Ki Bijak.
“Iya Ki, Yaa Hadii....., ihdinashirathalmust aqiem.... .., yaa hadii...ihdini. ........, Yaa Allah tunji hamba kejalan_mu yang lurus, wahai Maha Pemberi Petujuk, tunjuki hamba jalan-Mu ya Allah....... ......... .” Kata Maula, memohon kepada Allah agar diberi petunjuk menapaki jalan kehidupannya.

69. Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin[ 314], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. (An-nissa)
[314] ialah: orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran rasul, dan inilah orang-orang yang dianugerahi nikmat sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Faatihah ayat 7.
Wassalam

Written by casnadi

Betapa.....

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

Sebuah petuah bijak yang selalu mengigatkanku bahwa "betapa" di dunia ini tak ada yang sempurna selain diriNya......................

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun
betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun
kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi
betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun
lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun
alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun
betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada
saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa
Smoga kita terhindar dari ke "betapa"an diri kita.....

Entah seperti apa aq....hanya aq yang tahu......terserah apa penilaian orang tentangku.....yang jelas aq slalu berusaha jauh lebih baik..........

Letter from devil.......

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum
memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha
sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang tidak bersyukur, Aku menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak
merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap
memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-
rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati
ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan
kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2
yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong,
munafik, makan sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip,
manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada
orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku
memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana
berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong,
berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas
dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap
melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata
ALLAH.

jalani dengan hati..............

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

Apa mungkin yang telah aq lalui hari demi hari,waktu demi waktu,jam demi jam, detik demi detik ....sudah merupakan sesuatu yang baik?

................karena aq memang buta untuk membedakan itu semua....
.....................baik buat qu belum tentu baik untuk teman-teman qu....
apa yang menurut teman-temanku baik belum tentu baik juga untuk qu.....

apa yang baik untuk manusia belum tentu baik menurut Allah.tetapi apa yang menurut manusia jelek, belum tentu juga jelek menurut Allah.

Manusia tidak ada yang tahu rahasia Allah tersebut.
Hanya manusia yang sombong dan berlebih-lebihanlah yang berani memutuskan sesuatu itu baik atau jelek

dan aq tak sangat ingin jadi sebuah suku manusia yang berlebih dan sombong tersebut.......aq ingin berjalan sesuai petunjuk sang pedoman hidup qu Quran.....dan menjalani perjalanan kehidupan qu dengan hati........



smoga......Amien......

Berita Pagi ini.......

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

pagi tadi aq ngeliat di tv

profil seorang tua renta yang dengan kuatnya
mengangkat barang sambil menjajakan barang dagangannya untuk dijajakan keliling..

gila men,...
umurnya sudah 70 tahunan lebih,..
Ia berjualan makanan kecil, hasil olahan isterinya dirumah..
Ia berkeliling menjajakan dagangannya di sekitar daerah rumahnya...
atau kalau harus ia bisa berjalan jauh untuk menjajakan dagangannya jika dagangannya tak habis
atau bahkan tak laku di jajakan di sekitar rumahnya...
Ia berdagang untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga keluargannya,...

Hmm...
Salut bangaet dech.....

Dia dulu adalah seorang pejuang yang berjuang demi negara ini
Tapi setelah merdeka,...
Ia masih saja terus berjuang demi keluargannya dirumah.....

Subhanallah,.....Semangatnya....
Harusnya ia tinggal di rumah
menikmati perjuangannya dulu..
menikmati masa tuanya dengan istri tercinta.....
bercanda dengan anak dan cucunya.....

Tapi entahlah...
Ini mungkin sudah menjadi jalan hidup yang harus di laluinya....
Smoga saja, smua ini ada hikmahnya.....
Semangat yang begitu hebat....
Semangat yang mengalahkan akal sehat....

Mungkin Allah sedang menguji hambanya.....
Mungkin Allah sedang menguji ketakwaan dan iman bapak tersebut....

Dan aq yakin jika ia lolos ujian tersebut
tak ada balasan lain yang begitu indah selain surga ...
Amien

Nyayian rindu.....

Posted by o n i t o i k h i On 0 komentar

.....rasanya sudah lama aqu tak bernyanyi untuk Mu.......tapi sebenarnya itu untukku juga...

rasanya hati ini mulai kering....karna siraman ayat ketentraman untukku mulai jarang ku guyurkan dihatiku...ayat pedoman jalan hidupku.....pembenteng diri dari yang batil.....
......aq takut jikalau...hatiku benar2 tlah diperbudak oleh pekerjaan........sungguh aq tak mau seperti itu......aq rasanya sudah cukup patuh mengerjakan kewajibanku, tapi lupa menjalankan sunah - sunah MU yang sebetulnya bonus untukku jika aq jalankan.....

huh......ada apa dengan qu.....
smoga hati ini tidak hancur karna kering terus menerus.......

lebih baik aq ambil air wudhlu dan segera membasahi hati qu kembali dengan siraman ayat - ayat indah yang qu nyanyikan lewat bibir qu dari sumber mata air cinta....pedoman jalan hidup smua umat......Al-quran.......